Jumat, 31 Desember 2010

Insomnia

Pagi ini begitu cerah,,,, hmm, 1 january 2011 “Nice” ^_^
Awal tahun yang aku harap membawaku pada kemajuan dalam hal-hal positif saja. Begitu banyak asa dan cita dalam benak ini, semoga semua dapat terwujud.

Guys,,, hari ini aku mau berbagi sama kalian mengenai Insomnia (gangguan sulit tidur). Biar kita tahu saja apa sih si insomnia ini?? Karena jujur aku juga terkadang susah buat tidur. Hmm, tapi sebelumnya aku mau ngucapin dulu Happy Birthday buat teman aku yang kebetulan tepat di hari ini berulang tahun. Namanya Ridha, dia tergolong teman baikku di kampus, kita mulai akrab semenjak ospek fakultas September 2010 lalu. Eh, kok jadi ngomongin dia?? Ya sudahlah, pokoknya “HAPPY BIRTHDAY RIDHA!!!”

Balik lagi ke masalah insomnia alias gangguan susah tidur J
Haduuuhh,,, apa sich insomnia??
Jadi, insomnia alias gangguan susah tidur ialah suatu keadaan dimana seseorang dengan kuantitas dan kualitas tidur yang kurang. Dalam buku dr. L. Gunawan yang pernah aku baca gejala insomnia sering dapat dibedakan sebagai berikut:
ü  Kesulitan memulai tidur (initial insomnia), biasanya disebabkan oleh adanya gangguan emosi/kategangan fisik atau gangguan fisik, (misal: keletihan yang berlebihan atau adanya penyakit yang mengganggu fungsi organ tubuh).
ü  Bangun terlalu awal (early awakening), yaitu dapat memulai tidur dengan normal, namun tidur mudah terputus/bisa dibilang bangun lebih awal dari waktu tidur biasanya, kemudian nggak bisa tidur lagi deh. -_-   
Gejala yang satu ini sering muncul seiring dengan bertambahnya usia seseoang atau karena depresi dan sebagainya.

Menurut klasifikasi diagnostic dari WHO pada tahun 1990, insomnia dimasukan kedalam golongan DIMS (Disorder of Initiating and Maintaining Sleep), yang secara praktis diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu insomnia primer dan insomnia sekunder.
ü  Insomnia Primer
Insomnia primer merupakan gangguan susah tidur yang penyebabnya belum diketahui secara pasti. Sehingga dengan demikian, pengobatannya masih relatif sukar dilakukan dan biasanya berlangsung lama atau kronis (long term insomnia). Insomnia primer ini sering menyababkan terjadinya komplikasi kecemasan dan depresi, yang justru malah bisa bikin gangguan susah tidur semakin parah.
ü  Insomnia Sekunder
Insomnia sekunder merupakan gangguan susah tidur yang penyebabnya dapat diketahui secara pasti. Gangguan tersebut dapat berupa factor gangguan sakit fisik, maupun gangguan kejiwaan (psikis). Pengobatan insomnia sekunder relatf cukup mudah dilakukan, terutama dengan menghilangkan penyebab utamanya terlebih dahulu. Insomnia sekunder dapat dibedakan menjadi:
Ø  Insomnia sementara (transient insomnia), terjadi pada seorang yang termasuk dalam golongan orang yang dapat tidur normal, namun karena adanya stress atau ketegangan sementara (misalnya karena adanya kebisingan atau pindah tempat tidur), menjadi susah tidur. Pada keadaan ini, obat hipnotik dapat digunakan ataupun tidak (tergantung pada kemampuan adaptasi penderita terhadap lingkungan penyebab stress atau ketegangan tersebut).
Ø  Insomnia Jangka Pendek (Short Term Insomnia), insomnia jangka pendek merupakan gangguan susah tidur yang terjadi pada para penderita sakit pisik (misalnya batuk, rematik, dan lain sebagainya), atau mendapat stress situasional (misanya kehilangan/kematian orang terdekat, pindah pekerjaan dan hal lain yang menyebabkan seseorang merasa underpreassure). Biasanya gangguan susah tidur ini akan dapat sembuh beberapa saat setelah terjadi adaptasi, pengobatan, ataupun perbaikan suasana tidur. Dalam kondisi ini pemakaian obat hipnotik di anjurkan dengan pemberiaan tidak melebihi tiga minggu (lebik baik jika hanya diberikan selama satu minggu saja).

Nah guys,,, apakah salah satu dari jenis insomnia diatas pernah atau mungkin sedang kalian rasakan??? Ah,, semoga tidak ^_^
So, mulai sekarang mulailah tidur dengan baik. Always think positif, karena itu  sangat berpengaruh terhadap keseimbangan jiwa dan pikiran kita. Biar nggak insomnia :p


Salam Hangat,

Rhesty        

Tidak ada komentar:

Posting Komentar